"Kami sebenarnya tidak ikhlas jika sekolah ini sampai ditutup"
Di saat banyak sekolah riuh rendah dengan aktivitas ratusan siswanya, tidak demikian bagi SMA dan SMP Ganesa Kota Metro. Sekolah swasta ini nampak muram, semakin tergerus oleh ketatnya persaingan lembaga pendidikan di Bumi Sai Wawai.
Sekolah yang pernah berjaya di era 1980 an ini kini berjalan terseok di kota yang dikenal dengan visi pendidikannya ini. Pemerintah Kota Metro nampaknya memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan pembinaan terhadap sekolah-sekolah swasta.
Banyaknya sekolah negeri, dan munculnya sekolah terbuka kian membuat sekolah swasta terpuruk dan terancam ditutup. SMA dan SMP Ganesa sendiri terancam ditutup oleh pengurus sekolah tersebut karena tidak sanggup lagi menghadapi persaingan dan jumlah siswa yang semakin sedikit.
"Kami sudah berusaha lima tahun dalam kondisi yang prihatin," kisah Pengurus Perguruan Ganesa Kota Metro Bambang Cakrabuana, ketika ditemui di SMA Ganesa. Menurutnya, terpuruknya sekolahnya diperparah dengan munculnya sekolah-sekolah terbuka.
"Ada beberapa SMPN yang menyelenggarakan sekolah terbuka, jadi double shift, yakni sekolah pagi dan siang," tuturnya. Ini kemudian membuat animo siswa untuk masuk ke sekolahnya menjadi turun drastis.
"Tahun lalu saja ada 13 siswa kita yang pindah ke sekolah terbuka tersebut," ungkap Bambang. Padahal ia mengaku pihaknya telah berupaya maksimal untuk menjaring siswa untuk masuk ke sekolahnya, bahkan pihaknya memberikan keringanan biaya.
Menurut Bambang, kendala keuangan selama lima tahun terakhir membuat SMP dan SMA Ganesa yang mulai dirintis sejak 1975 tersebut tahun ini terancam ditutup. "Bayangkan saja, jumlah siswa SMA Ganesa kelas I dan II hanya 25 orang, sementara gurunya berjumlah 16 orang terdiri dari guru PNS yang diperbantukan dan honor," ungkapnya.
Sementara SMP Ganesa memiliki jumlah siswa sebanyak 110 orang dengan sembilan guru PNS yang diperbantukan dan delapan guru honor.Kepada Pemkot Metro, ia mengharapkan perhatian yang lebih kepada sekolah swasta. Menurutnya, dengan sekolah-sekolah negeri yang menyelenggarakan sekolah terbuka, maka mengancam keberadaan sekolah swasta yang ada di kota ini.
"Jika kita datang ke sekolah-sekolah swasta lain, persoalannya masih tidak jauh berbeda," tuturnya. Menurutnya, banyak sekolah swasta yang kekurangan murid karena persaingan yang semakin ketat, apalagi kondisi Kota Metro yang wilayahnya tidak luas, hanya lima kecamatan.
Kegetiran yang sama juga dialami oleh para wali murid yang kebanyakan menginginkan sekolah ini tetap dipertahankan. Menurut Bambang, pihaknya baru saja bertemu dengan sekitar 100 wali murid SMA/SMP Ganesa.
"Kami tidak bisa berjanji, namun kepada wali murid, kami pun mengungkapkan jika memang ada wacana soal penutupan," jelasnya. Bambang menegaskan kalaupun sekolah ini ditutup, pihaknya tidak akan lepas dari tanggungjawab.
"Kami masih bertanggungjawab penuh sampai paling tidak Juni 2011," ungkapnya. Kalau penutupan ini terjadi, pihaknya akan bekerjasama dengan sekolah lain untuk memindahkan para siswa ke sekolah tersebut. "Sudah ada sekolah-sekolah yang bersedia menampung para siswa kami kalau memang terjadi penutupan," imbuhnya.
Menurutnya, Pengurus Perguruan Ganesa akan juga terlebih dulu melakukan sharing dengan Dinas Pendidikan Kota Metro. "Kami sendiri sebenarnya tidak ikhlas jika sekolah ini sampai ditutup," tuturnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar